Cara Backup Data VPS & Dedicated Server

Melakukan backup data VPS (peladen pribadi virtual) itu sangat penting, lho. Apalagi jika situs web kamu sudah memiliki jutaan kunjungan.

Kalau sampai terjadi sesuatu pada VPS seperti terkena serangan malware atau terjadi kerusakan pada VPS,

Terpaksa, deh, kamu harus merelakan kepergian data VPS.

Oleh karena itu, backup VPS secara rutin sangat dianjurkan, ya.

Nah, dalam panduan kali ini, saya akan membagikan cara backup vps sebagian, yaitu backup data situs web dan database.

Panduan ini dapat dilakukan sepenuhnya bebas biaya, tanpa perlu lagi menyewa fitur backup dari penyedia VPS.

Ayo! Mari kita mulai panduannya.

Mem-backup Data Situs Web dan Database

Kita akan menggunakan tar untuk mengarsipkan data situs web.

tar -zcvf wordpress.tar.gz /var/www/wordpress

wordpress.tar.gz adalah nama berkas backup, sedangkan /var/www/wordpress adalah direktori dimana situs web berada.

Mem-backup Database

Pada bagian ini, kita akan melakukan backup database MariaDB atau MySQL.

Kita tidak menggunakan phpMyAdmin, tetapi menggunakan mysqldump untuk membuat backup database.

mysqldump -u username -pkata_sandi_database nama_database | gzip > ~/wordpress.sql.gz 

Silakan kamu sesuaikan username, kata sandi, dan nama database sebelum menjalankan perintah di atas.

~/wordpress.sql.gz adalah lokasi dimana berkas backup database akan disimpan.

Mengunduh File Backup

Setelah membuat backup data situs web dan database, kamu bisa mengunduhnya menggunakan scp.

Pertama buka tab terminal baru kemudian jalankan perintah untuk mengunduh data dari VPS ke komputer lokal berikut ini.

scp username@ip_vps:"~/wordpress.tar.gz ~/wordpress.sql.gz" ~/direktori_lokal

Membuat Backup Secara Otomatis

Melakukan backup VPS secara manual bisa bikin capek, ya. Apalagi jika dilakukan setiap hari.

Nah, kamu juga bisa membuat backup secara otomatis dengan memanfaatkan fitur Cron untuk mengulangi eksekusi setiap perintah di atas sesuai jadwal yang diinginkan..

Biar lebih mudah, kita membuat file skrip bash aja, ya.

Pertama, buat file skrip bash menggunakan nano.

nano ~/backup-otomatis.sh

Kemudian masukkan perintah backup sama seperti langkah di atas.

#!/bin/bash
tar -zcvf wordpress-$(date +"%m-%d-%Y").tar.gz /var/www/wordpress
mysqldump -u username -pkata_sandi_database nama_database | gzip > ~/wordpress-$(date +"%m-%d-%Y").sql.gz

Keluarkan nano dengan menekan CTRL + X lalu ENTER.

Kemudian ubah permission agar bisa dieksekusi.

chmod +x ~/backup-otomatis.sh

Setelah membuat skrip bash, sekarang saatnya mengonfigurasi cron agar dapat mengeksekusi skrip bash berulang-ulang.

crontab -e

Kamu akan diberikan opsi memilih teks editor, pilih nano saja karena lebih mudah digunakan.

Jika kamu ingin membuat backup otomatis setiap hari pukul 07.00, masukkan setelan ini ke dalamnya.

0 7 * * * ~/backup-otomatis.sh

Kalau ingin seminggu sekali, tepatnya setiap hari minggu pukul 07.00.

0 7 * * 0 ~/backup-otomatis.sh

Silakan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, jika kamu masih bingung mengenai setelan cron ini, kamu bisa memanfaatkan situs crontab.guru untuk menentukan jadwal cron.

Menyinkronisasi ke Penyimpanan Awan (Cloud Storage)

Kamu juga bisa menyinkronisasi data backup tadi ke penyimpanan awanmenggunakan rclone.

Sebelum lanjut pastikan kamu sudah menginstal rclone pada VPS. Jika belum, baca artikel mengenai Panduan Instalasi Rclone.

Setel dulu rclone melalui perintah berikut ini.

rclone config

Tambahkan setelan penyimpanan awan yang ingin digunakan seperti Google Drive, Dropbox, atau Mega.

Setelah itu, jalankan perintah ini untuk menyalin file backup ke penyimpanan awan.

rclone copy ~/wordpress*.gz drive:/backup

~/wordpress*.gz adalah file yang akan disalin ke penyimpanan awan, sedangkan drive:/backup adalah direktori tujuan (penyimpanan awan).

Jika semua perintah di atas digabung menjadi satu dalam skrip bash akan menjadi seperti ini.

#!/bin/bash
tar -zcvf wordpress-$(date +"%m-%d-%Y").tar.gz /var/www/wordpress
mysqldump -u username -pkata_sandi_database nama_database | gzip > ~/wordpress-$(date +"%m-%d-%Y").sql.gz
rclone copy ~/wordpress*.gz drive:/backup

Seluruh perintah di atas itu hanyalah contoh, silakan kamu sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, ya.

Jika kamu masih bingung mengenai panduan backup VPS kali ini, jangan malu untuk bertanya di kolom komentar artikel ini.

Tinggalkan komentar